Tanah Warisan | Jilid 10 Tamat

Lanjutan dari jilid 9

Bramanti tidak menjawab. Peluhnya telah membasahi seluruh tubuhnya. Setiap kali ia terkejut apabila ujung trisula lawannya hampir menyentuh keningnya. Bahkan semakin lama semakin sering. Ujung trisula itu rasa-rasanya menjadi semakin lama semakin banyak.
Baca entri selengkapnya »

Tanah Warisan | Jilid 9

Lanjutan dari jilid 8

Namun anak-anak muda dan para pengawal yang berbondong-bondong pergi mengikuti Bramanti itu tidak berani terlampau mendekat. Mereka merasa bahwa hal itu mungkin tidak menyenangkan Bramanti yang sedang menghadapi persoalan keluarga.
Baca entri selengkapnya »

Tanah Warisan | Jilid 8

Lanjutan dari jilid 7

Di sepanjang jalan, Temunggul masih saja bergulat di dalam angan-angan. Tanpa disadarinya ia telah berdiri di pinggir desa. Namun ia tidak tahu, kemana ia akan pergi.
Sejenak, Temunggul berdiri saja termenung memandangi dedaunan yang hijau
Baca entri selengkapnya »