Naga Sasra dan Sabuk Inten | Jilid 11

Lanjutan dari jilid 10

KETIKA mengetahui bahwa ternyata pimpinan pasukan gabungan dari Pamingit dan gerombolan golongan hitam, Mahesa Jenar melihat bahwa pasukannya tidak mungkin lagi dapat tertolong apabila pertempuran diteruskan. Karena itu, diputuskannya untuk perlahan-lahan menarik diri, dan apabila mungkin besok dapat Baca entri selengkapnya »

Iklan

Naga Sasra dan Sabuk Inten | Jilid 10

Lanjutan dari jilid 9

DENGAN hati-hati Mahesa Jenar menyusur dinding goa mendekati arah suara itu. Dan karena ketajaman telinganya, akhirnya Mahesa Jenar menjadi semakin dekat. Tetapi agaknya orang itupun bergerak pula semakin lama semakin dalam dan melewati berpuluh-puluh cabang yang membingungkan.
Baca entri selengkapnya »

Tanah Warisan | Jilid 2

Lanjutan dari jilid 1

Ketika ia memasuki regol halaman rumahnya, ibunya telah berdiri di ambang pintu pringgitan. Perempuan tua itu menarik nafas dalam-dalam. Dengan serta merta ia bertanya, “Bukankah tidak terjadi sesuatu atasmu Bramanti?”

Bramanti tersenyum. Jawabnya, “Tidak ibu. Aku hanya menonton saja.”
Baca entri selengkapnya »

Naga Sasra dan Sabuk Inten | Jilid 9

Lanjutan dari jilid 8

MENGIKUTI pembicaraan kedua anak muda yang sedang diamuk oleh kemarahan itu, Manahan menjadi agak cemas. Ternyata Sawung Sariti yang biasa bergaul dengan orang-orang pemerintahan mempunyai cara-cara yang licin dalam setiap pembicaraan, sedang Bagus Handaka yang hidup diantara para petani dan nelayan, Baca entri selengkapnya »

Tanah Warisan | Jilid 1

– S. H. Mintardja –

TANAH WARISAN


§

AWAN yang kelabu mengalir dihanyutkan oleh angin yang kencang ke Utara. Segumpal bayangan yang kabur melintas di atas sebuah halaman rumah yang besar. Kemudian kembali sinar matahari memancar seolah-olah menghanguskan tanaman yang liar di atas halaman yang luas itu.
Baca entri selengkapnya »

Naga Sasra dan Sabuk Inten | Jilid 8

Lanjutan dari jilid 7

UNTUNGLAH bahwa orang itu tidak memiliki ilmu yang tinggi, sehingga meskipun Bagus Handaka pantas menjadi anaknya, tetapi dalam perkelahian itu, meskipun ia harus bekerja keras, ia sama sekali tidak perlu cemas akan kesudahan dari pertempuran itu.
Baca entri selengkapnya »

« Older entries Newer entries »